Rabu, 04 Juli 2012

Ruang Kosong Dalam Desain

Ilmu grafis tutorial belajar desain pentingnya ruang kosong atau white space dalam desain adalah membentuk desain yg bersih, mudah dibaca & terlihat profesional. Dalam industri desain, setiap ruang pada media desain sangatlah berharga. Client akan membanjiri media desain tersebut dengan konten yang penuh sesak sebagai langkah penghematan biaya. Namun yang terjadi adalah desain menjadi susah mengungkapkan pesan apa yang ingin ditonjolkan karena semuanya terlihat sama dan ramai. Desainer sebagai pembentuk komunikasi visual bekerja untuk menghadapi permasalahan tersebut, sehingga apa yang ingin disampaikan oleh client akan tertuju secara jelas dan dimengerti oleh konsumen. Sejauh mana pentingnya ruang kosong sehingga perlu untuk dipertimbangkan dalam suatu desain?

Ruang kosong akan membuat elemen-elemen pada desain Anda bernapas sehingga konsumen atau pembaca lebih mudah menyarap atau memahami isi, maksud dan tujuan desain Anda. Ruang kosong membantu menciptakan aliran (baca) desain dan sekaligus akan membantu untuk membentuk keseimbangan dalam desain.

Illustrasi

Siang ada untuk menjadi kontras dengan malam. Tanpa adanya dingin pasti tidak ada panas. Adalah ‘yin yang’ dari sebuah dua hal yang saling berhubungan meskipun berlawanan. Ruang juga tidak berbeda dengan hal tersebut. Ruang yang terisi adalah sebuah ruang yang berlawanan dengan ruang negatif, tetapi bukan berarti ada tanpa perbandingan satu sama lain. Keduanya diperlukan untuk membentuk keseimbangan yang harmonis dalam suatu desain.

Ketika elemen desain Anda saling mengerumuni (ramai) satu sama lain, sulit untuk menemukan apa yang Anda ingin komunikasikan melalui hal tersebut pada setiap elemennya. Ruang kosong akan mengorganisasikan elemen-elemen tersebut dan menyediakan kesan yang nampak secara visual. Ruang kosong akan menyediakan suatu cara untuk elemen-elemen desain Anda untuk menjadi menonjol dan memudahkan hasil copy desain anda untuk discan.

Pembahasan Ruang Kosong

Ruang kosong dibentuk dengan berbagai cara sehingga dapat menambah kesan elegan dan kesempurnaan pada suatu desain. Ruang kosong sebagai prinsip desain grafis mungkin dapat dilihat serupa dengan ruang yang ‘disia-siakan’. Siapa yang mau untuk menjadi boros tempat / ruang? Ruang kosong kemudian berarti sebuah kemewahan dan semakin Anda kurang penggunaan sesuatu semakin Anda mendapatkan lebih banyak ‘the less you use the more you must have’.

Lebih banyak ruang kosong dilihat sebagai sesuatu yang ‘lebih’ atau sesuatu yang ‘mahal’ dan dapat memberikan posisi tertentu dalam kaitan ‘brand‘ sebuah perusahaan dengan target penjualan dengan konsumen kelas atas atau posisi desain itu sendiri. Desain dengan ruang kosong yang rapat dan penuh sesak akan terlihat sebagai sebuah cara untuk ‘menghemat biaya’. Membuat ruang kosong akan benar-benar menambah nilai untuk ‘brand‘ pada produk tertentu.

Desain tanpa ruang kosong akan penuh sesak:


Desain dengan ruang kosong akan lebih enak untuk dilihat, mudah dibaca dan sekaligus elegan:



Pertimbangkan pada toko jualan t-shirt atau kaos. Pada toko kelas menengah kebawah biasanya memasang banyak barang pada display penjualan mereka dan sedikit sekali ruang kosong antara barang-barangnya (lihat toko di pasar lokal, atau orang yang berjualan disepanjang emperan jalan malioboro). Para pembeli akan mengambil barang-barang yang ada pada rak penjualan dan membiarkan barang-barang yang ada di atas (susah dijangkau). Di lain pihak, toko dengan pasar menengah ke atas, mempunyai hanya sedikit barang-barang penjualan (display) dan kebanyakan ruang dari toko tersebut benar-benar adalah ruang kosong.

Perhatikan contoh gambar dibawah, keduanya adalah satu induk perusahaan tapi yang satu jelas merupakan toko dengan target penjualan orang kelas atas dan satunya adalah target penjualan kelas bawah. Hal ini akan menambah kepercayaan calon konsumen untuk menentukan mana yang sesuai dengan mereka dan menumbuhkan citra tertentu bagi perusahaan.


Masing-masing toko penjualan memberikan sebuah kesan yang benar-benar berbeda dan dengan pendekatan yang berbeda pada target konsumen mereka.

Dari keseluruhan pembahasan ini, maka dapat kita tarik garis besar apa pentingnya menggunakan ruang kosong:
  • Membentuk emphassis, focal point, dan pembeda elemen desain
  • Membuat Fokus terhadap suatu elemen desain
  • Membuat desain mudah dibaca
  • Membuat alur baca pada sebuah desain
  • Membuat desain lebih elegan
  • Membuat desain menjadi seimbang
  • Membuat desain berkomunikasi antara elemen-elemen didalamnya
  • Memposisikan target pembaca / konsumen
  • Menambah nilai pada suatu desain
  • Menentukan target market sebuah brand
  • Menentukan posisi pada level desain tertentu
  • Ruang kosong akan membentuk kesederhanaan / simplicity
Hasil dari penggunaan ruang kosong mempunyai proporsi tertentu dalam harmonisasi suatu desain. Ingat bahwa desain layaknya sebuah bangunan yang saling mengokohkan. Bisa saja untuk membentuk emphassis misalnya, kita akan menambahkan warna pada objek elemen desain dengan skala besar. Jadi ada banyak cara untuk menimbulkan suatu kesan dan mengelola elemen dalam desain. Salah satunya adalah dengan menggunakan whitespace ruang kosong secara efektif.

Nah, pada kehidupan nyata, sebagai desainer pemula seringkali berhadapan dengan client dengan kelas menengah ke bawah yang mengedepankan ‘budget’ pas-pasan. Mereka selalu memandang bahwa semua informasi harus masuk tanpa terkecuali sehingga media desain menjadi penuh sesak. Lantas bagaimana sebagai desainer Anda harus bersikap setelah mengetahui ruang kosong ini? Santai saja. Loh kok. Tugas Anda sebagai desainer adalah mengarahkan (sebagai langkah mudah menata desain Anda) agar client mengerti bagaimana komunikasi visual dibentuk berdasarkan ruang kosong. Bisa juga Anda membuat perbandingan dua atau lebih hasil desain, satu menggunakan ruang kosong dan satu tanpa ruang kosong.

Jika langkah mengarahkan ini mentok, Anda wajib waspada. Karena itu juga sekaligus tantangan bagi Anda, dengan konten banyak namun diwajibkan membuat desain yang menarik sekaligus pesan dari isi desain tersampaikan. Brief atau syarat dari client adalah apa yang harus Anda lakukan. Bukan Anda mengatur mereka, melainkan Anda menjalankan apa yang diinginkan client dengan ‘mempercantik’ karya desain melalui keterampilan desain yang Anda punya. Baik itu penuh sesak atau tidak, hal ini tentunya beda pembahasan.

Umum adanya, client menentukan elemen desain ataupun hal lainnya yang langsung berkaitan pada tampilan atau penataan suatu desain. Nah, ini berbeda! Pada kondisi ini wilayah Anda sebagai desainer sudah terjamah oleh client. Anda bukan lagi menjadi seorang desainer melainkan hanya sebagai ‘operator’ software desain.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar