Tampilkan postingan dengan label Enterpreneur. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Enterpreneur. Tampilkan semua postingan

Kamis, 09 Agustus 2012

Manfaat Website Bagi Perusahaan

Ada banyak hal positif bagi perusahaan bila mempunyai website. Manfaat website bagi perusahaan yang begiu besar akan didapatkan untuk menguatkan posisi dan profitabilitas perusahaan tersebut. Sebagai penyedia jasa desain grafis dan perusahaan jasa desain website kami bangga bisa berbagi pengalaman kepada Anda. Semenjak Indonesia menjadi pengguna Internet terbesar se-asia tenggara tentu bisa dibayangkan banyaknya pengguna internet di republik ini. Begitu juga diiringi akses internet semakin mudah dan murah sehingga akan terus tumbuh dan berkembang. Mulai dari masyarakat dari berbagai kota besar seperti jakarta hingga merambah ke pelosok kota kecil. Saat ini tidak hanya komputer saja yang bisa digunakan untuk mengakses internet yang biasanya tersedia di warnet atau menggunakan pendrive untuk tablet computer dan pc yang terhubung internet telepon rumah. Kini sudah bisa menggunakan piranti lain seperti handophone, blackberry, iphone, dan smartphone android dsb. Dengan kenyataan yang demikian maka internet merupakan media terbesar yang bisa diakses semua orang kapan pun dan dimana pun.

Manfaat website bagi perusahaan paling penting yaitu :

Meningkatkan visibilitas perusahaan



Dengan membuat website perusahaan berarti menambah visibilitas atau tingkat dikenal masyarakat serta pelangga lama maupun develop konsumen baru. Layaknya showroom (ruang pamer) yang bisa dilihat oleh lebih banyak orang tak terbatas wilayah dan waktu.

Menyediakan informasi penting berupa profil perusahaan secara detail

Dalam dunia periklanan, promosi dilakukan untuk mengenalkan produk baru, perusahaan baru, atau bahkan event campaign dan peningkatan citra persuahaan. Dalam proses marketing ini perusahaan berusaha selain untuk dikenal melaui peningkatan kepercayaan juga menggalang konsumen. Begitu pula website. Perbedaan paling mendasar adalah sistem marketing tradisional kurang bisa menjawab kebutuhan konsumen yang lebih khusus. Seperti keingin tahuan konsumen terhadap suatu perusahaan. Konsumen model ini adalah calon klien yang menginginkan kerjasama. Sebagai penggalangan informasi lebih mendalam biasanya akan contact dan diatur pertemuan guna membahas detail.

Namun sebelum lebih jauh untuk contact te ntu Anda sebagai penyedia atau perusahaan membutuhkan alat untuk menjelaskan secara umum perusahaan Anda. Seperti sejarah, profile, coverage, layanan dan keunggulan Anda dibandingkan provider lainnya. Mereka ingin mengenal Anda. Jelas, ini dibutuhkan dalam proses pembangkitan kepercayaan. Selain menambah prestige juga meningkatkan engagement dengan mereka yang berminat pada perusahaan Anda. Mereka akan terbantu dengan ulasan perusahaan Anda. Penawaran dan syarat-syarat kerjasama bisa ditulis secara terperinci dan mudah dipahami. Setelah itu kepercayaan terbentuk dan berani untuk mengajukan penawaran pada perusahaan Anda. Tidak mungkin kepercayaan dibentuk jika tidak dikenal. Ingin dikenal berarti harus menambah informasi. Perusahaan lain akan melihat dan menilai potensi kerjasama dengan perusahaan Anda melalui media ini. Juga, Anda tidak perlu mengulang menjawab pertanyaan dengan jawaban yang sudah sangat umum ditanyakan. Dalam pertemuan kerjasama barulah detail akan lebih digali.

Menginformasikan produk dan jasa perusahaan secara mendetail

Iklan di TV dan media massa hanya bisa ditulis sekilas saja. Terbatas waktu tayang. Begitu juga budget yang besar. Website unggul dalam memberikan informasi yang lebih detail dan terperinci yang tak dibatasi waktu, tempat dan biaya yang besar. Jika diibaratkan sungai makan iklan TV dan media massa adalah sumber mata air. Sedangkan website adalah bendungan. Tempat para konsumen bisa mendapatkan informasi lebih banyak. Dan lautnya adalah toko, retail, dan perusahaan Anda sendiri untuk proses jual beli. Iklan dibuat untuk mengenalkan website dan juga langusng pada penjualan. Kadangkala itu masih kurang. Maka websitelah jawabannya.

Memudahkan pelanggan menghubungi

Sungguh membosankan menjawab pertanyaan pelanggan yang berulang-ulang. Sekali dua kali masih OKE. Terlebih lagi ketika pelanggan menelpon di saat yang sama dan dengan jumlah queue yang panjang. Merepotkan dan kurang efektif. Kalau konsumen Anda sudah jutaan Anda diwajibkan hire atau mempekerjakan operator. Dengan menggunakan website, perusahaan Anda akan lebih mudah meyampaikan hal-hal yang seringkali ditanyakan. Buat saja QA dalam website. Mulai harga, keunggulan, manfaat produk, ketersediaan produk, dan sebagainya. Jam kerja Anda juga terbatas mulai jam 7 pagi sampai jam 5 sore, selebihnya adalah istirahat meluangkan waktu buat keluarga. Diluar jam tersebut ada saja konsumen yang ingin mendapatkan informasi tentang perusahaan dan produk Anda. Bila mendesak akan mengganggu waktu berharga Anda. Bila tidak ditangani bisa membahayakan perusahaan, peluang medapatkan klien berkurang.

Anda juga bisa membatasi dan mengelompokkan informasi yang bisa diakses oleh user website. Beda perlakuan antara user bisa dan klien yang sudah terpercaya. Anda bisa memberikan hak khusus bagi mereka yang terpercaya untuk mengakses lebih banyak informasi perusahaan Anda. Misal, akses pengiriman barang, update harga distributor, ketersedian barang dalam sebuah wilayah dan sebagainya.

Meningkatkan kualitas layanan pelanggan


Kaki dan tangan kita terbatas. Meskipun operator kita sudah banyak masih saja kalah dengan jumlah klien. Pelanggan yang secara langsung berhubungan dengan produk Anda akan menemukan masalah dan persoalan pelik terkait produk. Latar belakang konsumen dan ketidaksamaannya kualitas barang yang direlease perusahaan menjadi sumber permasalahan. Minimnya informasi akan memperparah hal ini. Belm-belum konsumen sudah mengatakan produk Anda cacat. Kita dapat menambahkan informasi mengenai hal-hal yang memecahkan persoalan yang mungkin dihadapi pelanggan. Informasi ini dapat langsung dibaca pelanggan atau sebagai pedoman bagi bagian support. Dengan demikian pelanggan mudah mendapatkan informasi mengenai keluhannya dan bagian support juga dipermudah dalam melayani pelanggannya.

Pelanggan dapat mencari sendiri mengenai jawaban atas keluhannya atau mengisi form support jika gagal menemukan. Setelah form support lengkap diisi, team support akan menrima keluhan pelanggan dan menindaklanjuti. Pelanggan dapat masuk ke website kita siang ataupun malam. Dengan cara ini pelanggan dapat dilayani 24×7 atau 24 jam sehari. Dengan adanya website kita mempunyai peluang meningkatkan kepuasan pelanggan. Pelanggan yang puas akan terus menggunakan produk atau jasa kita, merekomendasikan perusahaan kita kepada orang lain dan meningkatkan pendapatan perusahaan.(ahlidesain.com)

Salam kreatif.


»»  Selanjutnya..

Senin, 06 Agustus 2012

Rahasia Menarik Si 'Kertas' Mulia

Memanggil si uang datang itu semudah menjentikkan jari. Dr. Joe Vitale, pakar Law Attraction, akan membagi ilmunya. Masih heran kenapa kita belum kaya? Padahal kita sudah melakukan semuanya untuk menjadi kaya, ingin punya uang banyak dan hidup sejahtera, itu manusiawi. Menurut joe Vitale, kebanyakan orang memikirkan bagaimana ‘menarik’ uang datang lebih dahulu baru ‘menarik’ cinta, mobil, rumah dan lain-lain. 

Jadi ada 7 cara ‘menarik’ si Uang datang : 

1. Sedekah 
Kedengarannya sederhana kan? Tapi ini perlu. Dalam agama manapun, mengeluarkan sedikit dari harta milik kita sangat dianjurkan. Semakin banyak ita sedekah, semakin banyak pula kita menerima. Sedekah yang baik adalah sedekah yang setelah kita keluarkan lalu kita lupakan begitu saja, sama rasanya seperti membuang sampah, setelah kita membuang sampah maka secara otomatis kita tidak akan kepikiran lagi sampah itu akan pergi dan hilang entah kemana. Nah, begitu pula dengan sedekah harta. Berikan lalu lupakan.

2. Bersihkan Pikiran 
Sadar atau tidak, kadang kita sendiri lah yang ‘menolak’ uang untuk datang hanya karena kita terkadang merasa tidak berhak mendapatkannya, atau karena muncul pikiran-pikiran seperti : Uang membawa dampak buruk bagi kita, uang hanya membawa masalah, atau pikiran pesimistis seperti ‘ya sudahlah, mungkin sudah ditakdirkan untuk miskin’. Semua itu hanya ada dipikiran kita bukan fakta sebenarnya. Bersihkan pikiran kita dari hal-hal pesimistis seperti ini. Membersihkan pikiran kita dari prasangka-prasangka negatif merupakan salah satu resep rahasia untuk menarik segala hal yang bersifat positif bagi kita. Jadi pikiran-pikiran negatif bawah sadar kita inilah yang terkadang sedikit banyak memberi dampak secara tidak langsung bagi diri kita. 

Tetap selalu yakin dan optimi bahwa Allah SWT sudah menentukan rizqi untuk kita, tinggal bagaimana kita dapat berusah semaksimal mungkin untuk mendapatkan ‘jatah makan’ kita itu. ‘Keep Husnudzon..!!’ 

3. Bertindak 
Yupz..! kenapa saya lebih memilih kata ‘bertindak’ dari pada kata ‘berusaha’? menurut saya kata ‘bertindak ‘lebih bersifat nyata dan riil untuk kita gunakan sebagai arti dari melakukan sesuatu untuk ‘menarik’ si Uang datang. Ide-ide yang keluar dari otak kita lebih sering datang secara tiba-tiba dan cenderung spontanitas, maka dari situlah kita dapat belajar untuk bisa sesegera mungkin membuat nyata ide yang menurut kita baik dan perlu dilakukan, singkatnya, jangan suka menunda. Kalau kita masih ragu dan nggak yakin bahwa ide kita bagus dan akan berhasil, itu artinya pikiran kita masih belum bersih. 

4. Membantu sesama 
Bagaimana kalau kita memiliki banyak uang? Maka yang pertama kita pikirkan adalah bagaimana kita bisa memenuhi segala kebutuhan diri kita sendiri dahulu. Bagaimana jika kali ini kita memulai untuk memikirkan alasan yang lebih luas dari sekedar ego kita sendiri? 

Semakin kita memikirkan orang lain, maka semakin terbuka lebar jalan menuju pintu rizqi kita. 

5. Cari Dukungan 
Cara paling bijaksan untuk mewujudkan tujuan adalah mencari dukungan yang dapat membuat kita lebih fokus dan semangat. Tetaplah berada ditengah orang-orang yang dapat mempertahankan energi dan inspirasi kita tetap tinggi. Bukan berarti kita tidak bisa mewujudkannya sendiri tapi akan lebih mudah jika kita mendapatkan banyak dukungan. Dukungan bisa juga diperoleh dari buku-buku, CD atau dari sumber informasi lain. Carilah sesuatu atau seseorang yang bisa membuat kita semangat. Dengan begitu kita akan tetap fokus dan tidak mudah menyerah. Bahkan Joe Vitale sendiri hingga saat ini masih mengumpulkan buku-buku yang dapat membuatnya tetap semangat. 

6. Bersyukur 
Cara paling mudah yang banyak dilupakan orang. Bersyukur adalah kunci dari semuanya dan memiliki pengaruh yang sangat besar, bersyukur atas apa yang kita miliki dan rasakan. Mulailah dari hal yang terkecil, misalnya, bersyukur karena kita masih bisa makan enak, masih bisa merasakan hujan, masih bisa tidur nyenyak dll. Sekarang ambil secarik kertas dan sebuah pensil lalu mulailah menulis semua hal yang kita syukuri dalam hidup dari yang terkecil hingga yang paling besar. Lakukan setiap hari hingga terbiasa. Kita akan merasa kaget dengan hasilnya, bahwa daftar itu akan terus semakin panjang dan semakin banyak hal yang kita syukuri. 

7. Lakukan apa yang kita cinta 
Lakukan segala sesuatu itu dengan cinta. Jika kita membenci pekerjaan kita sekarang, maka cobalah cari celah waktu untuk mengerjakan sesuatu sesuai dengan passion kita, mangikuti passion adalah rahasia paling ampuh untuk menarik kekayaan. Bahkan Donald Trump dan Bill Gates melakukan hal yang sama. Melakukan sesuatu sesuai passion kita adalah tiket untuk mencapai financial freedom. Masih bingung apa passion kita? sekarang coba pikirkan, pekerjaan apa yang pasti kita kerjakan walaupun tidak ada iming-iming uang? Nah, itulah passion kita dalam pekerjaan. 

Itulah tujuh cara ‘memanggil’ Si Uang datang ke kita. Mulai sekarang ubah pola pikir ke arah positif. Tetap merasa layak terhadap segala sesuatu. Sejak bangun tidur pagi mulai berpikir : “Berapa banyak uang yang akan kita peroleh hari ini?”. Hal ini akan membuat otak dan pikiran kita lebih kreatif mencari jalan dan peluang. 


Salam kreatif.


»»  Selanjutnya..

Rabu, 18 Juli 2012

Tips Agar Produk Baru Kita Dapat diterima Pasar


ILUSTRASI: Pebisnis perlu mengambil risiko, meski dibutuhkan biaya tak sedikit untuk promosi. Nilai lebih dari produk orisinal adalah daya jual yang tinggi. Biaya tinggi yang dikeluarkan untuk promosi ke luar negeri, misalkan, adalah risiko yang harus ditempuh. (foto: Google)

Peluang pasar di Indonesia terbuka lebar asalkan produk yang ditawarkan orisinal dan belum ada sebelumnya. 

Trik ini yang menjadi salah satu kunci keberhasilan produsen alas laptop, lapTopper. Bisnis lapTopper sukses sejak 2008, bahkan dikenal di sejumlah negara seperti Australia dan Mesir.

"Peluang bisnis di Indonesia sangat banyak, hanya perlu membuat sesuatu yang berbeda dan belum pernah ada sebelumnya," papar Juananda Sutan Assin, pemilik brand lokal lapTopper, kepada Kompas Female.

Nana, panggilan akrab ibu tiga putra ini, mengatakan cara ini menjadi kunci keberhasilan produk untuk diterima pasar. Tentu saja sejumlah faktor lain juga turut menentukan bagaimana produk lokal dengan brand baru bisa diterima pasar, seperti:

* Berani mengambil risiko
Risiko menjadi faktor yang ditempatkan paling depan dalam memulai bisnis. Nana menerapkan hal ini dalam menjalani usahanya. Membawa 50 item lapTopper dalam pameran di Singapura, dengan harapan pasar menyukai produk baru ini, memberikan hasil yang tak terduga sebelumnya. Meski begitu, Nana tetap mengedepankan risiko, dan siap menerima jika ternyata produk tak menarik minat pasar. Nyatanya, orisinalitas dan kesiapan atas risiko justru membuat produk semakin laris dan mendapat pelanggan tetap dari satu kali pameran ini.

* Intensitas waktu
Merintis bisnis dengan produk baru dikenal pasar butuh perhatian khusus. Perlu satu tahun bagi Nana untuk memperkenalkan produk. Orisinalitas dan kemampuan pebisnis menangkap kebutuhan dan peluang pasar memang memegang peranan, hingga akhirnya permintaan lapTopper semakin tinggi. Kapasitas produksi pun bisa mencapai 2.000 item. Konsisten pada bisnis dari segi waktu dan komitmen menentukan keberhasilan bisnis.

* Fokus pada bisnis yang sedang dibangun
Keterlibatan langsung pemilik dalam membangun bisnis menjadi kunci penting. Nana bersama suaminya fokus penuh, mulai dari pengenalan produk, menjual langsung di setiap pameran, hingga pada pengembangan produk kepada konsumen lebih besar, personal, maupun korporasi. Karyawan tetap dibutuhkan dalam kaitannya dengan produksi dan proses pengiriman barang. Namun terkait dengan manajemen bisnis, keuangan dan produk, pemilik perlu terjun langsung pada tahap pengembangan awal bisnis. 

* Aktif berpromosi
Mengikuti berbagai ajang promosi, seperti pameran atau bentuk kerjasama lainnya, sangat menunjang keberhasilan produk menjaring pasar. Pebisnis perlu mengambil risiko, meski dibutuhkan biaya tak sedikit untuk promosi. Nilai lebih dari produk orisinal adalah daya jual yang tinggi. Biaya tinggi yang dikeluarkan untuk promosi ke luar negeri, misalkan, adalah risiko yang harus ditempuh. Yakini bahwa produk dibutuhkan konsumen, dan mampu menarik minat pasar. 

* Membangun trust dengan pelanggan
Kepercayaan konsumen muncul dari bagaimana cara pebisnis membangun relasi. Hal utamanya terletak pada kepuasan atas produk tersebut, dan pelayanan dari pemilik usaha. Nana meyakini, pengiriman tepat waktu, dan pemilik selalu siap merespons permintaan kapan pun, menjadi kunci penting membangun kepercayaan. Pebisnis juga perlu memahami apa yang diinginkan pelanggan. Komunikasi yang baik juga menentukan bagaimana kepercayaan terbangun dengan relasi bisnis. (Kompas.com)

Salam Kreatif
»»  Selanjutnya..

Asah Mental jadi Enterpreneur

Generasi muda masih menganggap pegawai negeri sipil (PNS), pekerjaan terbaik, Pola pikir tersebut harus diubah karena kehidupan PNS dengan gaji terbatas membuat tidak bisa berkembang. Sehingga banyak PNS yang mencari pekerjaan tambahan dan melalaikan tugas utama. Untuk itu para pencari kerja (generasi muda)harus memiliki mental seorang entrepreneur.

“Jiwa berwirausaha ini telah ada di dalam diri setiap orang. Tapi banyak yang tidak disalurkan bahkan ada yang sengaja tidak mengembangkannya karena tidak ingin mengalami masalah,” kata Wali Kota Padang, Fauzi Bahar ketika meresmikan program KABA (Kebangkitan Anak Bangsa), kemarin, (6/4) di Jalan Musi Rimbokaluang.

Diakui Fauzi, untuk membangun usaha sendiri dibutuhkan mental kuat. “Bagi yang tengah mencari kerja, tumbuhkan dan asah mental kalian. Jangan mengharapkan selalu menjadi PNS karena menjadi wirausahawan lebih menjanjikan dari pada PNS,” ujarnya. Salah satu cara mengasah mental untuk enterpeneur dengan mengikuti program KABA.

Program ini melatih mental seseorang dan mengubah pola pikir untuk bisa berwirausaha. Direktur Utama KABA, Wilchandry menyampaikan program ini hanya membantu seseorang mengasah mental untuk tidak menganggur dan dapat membuka usaha.

Salam Kreatif.

Padang Ekspres
»»  Selanjutnya..

Plus Minus Jadi Enterpreneur Sebagai Bekal Pembelajaran

Banyak orang begitu terobsesi menjadi seorang entrepreneur yang berhasil dan sejahtera tetapi sangat sedikit yang siap untuk menghadapi segala tantangan yang ada dan secara sadar rela mengorbankan hal-hal yang mereka cintai demi pencapaian tujuan tersebut. Obsesi ini juga bisa membius orang untuk bekerja secara terus-menerus sepanjang waktu. Hal ini bisa menguntungkan atau merugikan, tergantung pada aspek apa yang kita gunakan. Nah bagi Anda yang belum terjun ke dunia entrepreneur, ada baiknya Anda mengetahui sisi positif dan negatif sebagai entrepreneur. Alih-alih sebagai penyurut semangat Anda untuk menjadi entrepreneur, jadikanlah ini sebagai bekal untuk mengantisipasi gaya hidup yang harus Anda adopsi saat menjadi entrepreneur kelak. 


*) Plus
Beberapa sisi positif yang bisa diambil dari menjadi seorang entrepreneur ialah:

Kesejahteraan finansial
Tidak ada yang memungkiri bahwa sebagian besar orang terobsesi untuk mendapatkan kesuksesan finansial saat hendak memulai berbisnis. Bahkan bagi sebagian, ini merupakan tujuan utama dan satu-satunya. Melalui kerja keras, hanya langit yang bisa membatasi kita. Di Amerika Serikat, sebagian besar kekayaan bangsa justru dibangun oleh entrepreneur, bukan negara. Bisnis kecil dan menengah yang bertaburan di mana-mana kemudian tumbuh menjadi suatu perusahaan besar saat keuntungan yang dicetak semakin membubung. Tak jarang kita dengar atau jumpai sebuah bisnis yang sukses dan menguntungkan dijual dengan jumlah yang sangat fantastis secara tunai.

Harga diri
Dengan memiliki sebuah bisnis sendiri, Anda akan cenderung lebih mudah membangun harga diri pribadi. Sebuah kisah yang bisa mengilustrasikan hal ini ialah kisah Jake Simmons, Jr. yang bekerja sebagai seorang kuli di stasiun kereta. Ia dipanggil dengan panggilan ‘boy’ oleh seorang penumpang kereta yang menyuruhnya mengangkat barang-barang bawaan. Jake yang tidak menyukai panggilan yang merendahkan itu mengatakan keberatannya kepada si penumpang. Sang penumpang menjawab dengan halus, “Kalau kau tidak suka dipanggil demikian, jangan melakukan pekerjaan yang dilakukan oleh anak laki-laki pesuruh (boy) karena mereka bekerja membawa barang bawaan orang lain”. Peristiwa inilah yang kemudian membuat Jake tertantang menjadi majikan bagi dirinya sendiri dan bersumpah untuk tidak lagi melakukan pekerjaan seperti itu kembali.

Kepuasan
Kepuasan batin yang dapat diraih saat berhasil mengubah keahlian, kegemaran, atau minat lainnya menjadi sebuah bisnis merupakan kepuasan yang tidak tergantikan oleh uang atau apapun. Edwin Land \, sang penemu Polaroid, mengubah kecintaannya kepada dunia fotografi menjadi suatu bisnis multi miliar dollar saat ia mengembangkan dan memasarkan kamera yang bisa mencetak lembaran foto dalam waktu singkat.

Kemandirian
Pemilik bisnis tidak harus mengikuti perintah atau menaati aturan jam kerja yang mengikat seperti karyawan yang ditetapkan oleh orang lain (dalam hal ini perusahaan). Entrepreneurship bahkan bisa memberikan kesempatan bagi seseorang untuk membuktikan kepada masyarakat hal-hal apa saja yang bisa ia capai.


*) Minus

Hambatan 
Banyak sekali tantangan dan hambatan yang harus, mau tidak mau, Anda akan hadapi sendiri. Anda bisa saja menghadapi keluarga yang kurang mendukung atau teman yang tidak mengerti. Keluarga Liz Claiborne menentang keras keinginannya untuk bergelut dalam dunia bisnis sebagai seorang desainer fashion. Liz berhasil mementahkan anggapan keluarganya bahwa dunia bisnis terlalu keras baginya. Kini Liz sukses dengan bisnis multi miliar dollar garapannya sendiri, Liz Claiborne. Inc. 

Kesendirian 
Bisa saja Anda memiliki banyak staf atau pegawai yang selalu menemani, tetapi bisa saja Anda merasa kesepian karena pada dasarnya keberlangsungan perusahaan dan mata pencaharian mereka juga menjadi beban di pundak Anda. Di awal abad 20, Madame C. J. Walker berkelana ke seluruh penjuru Amerika sendirian selama dua tahun berturut-turut hanya untuk mempromosikan produk perawatan rambutnya. Ini merupakan suatu perjalanan yang berani mengingat ia adalah seorang janda Afro-Amerika yang berpendidikan kurang memadai. 

Ketidakstabilan keuangan 
Tidak seperti karyawan, seorang entrepreneur tidak akan mendapatkan gaji yang jumlahnya tetap secara teratur atau benefit lainnya. Anda bisa saja menderita kebangkrutan atau berutang dalam jumlah besar yang seolah-olah tidak mampu Anda bayar lunas hingga akhir hayat. 

Jam kerja yang panjang dan tidak menentu 
Satu lagi perbedaan yang kentara yaitu seorang entrepreneur tidak memiliki jam kerja reguler layaknya pegawai biasa. Pegawai biasa bisa pulang dari kantor dan tidak memikirkan urusan bisnis sama sekali saat di rumah. Namun, seorang entrepreneur kadang bisa diharuskan bekerja di saat orang lain telah meninggalkan kantor atau berlibur. Hal ini teristimewa berlaku apabila bisnis Anda masih dalam tahap perkembangan yang sangat membutuhkan banyak curahan pikiran, tenaga dan waktu. 

Kegagalan bisnis 
Banyak bisnis kecil berguguran. Risikonya adalah Anda tidak hanya harus bertanggung jawab atas aset perusahaan Anda sendiri tetapi juga harus bertanggung jawab atas uang yang ditanamkan oleh investor. Tentu saja ini hal ini bukan menjadi halangan bagi Anda yang merasa terpanggil untuk menjadi entrepreneur karena sejatinya Anda bisa belajar banyak dari setiap kesalahan yang Anda buat. (ciputraentrepreneurship.com) 


Salam Kreatif.
»»  Selanjutnya..

Selasa, 17 Juli 2012

Bodoh itu Baik

Sebuah Ukuran yang tepat mengenai bodoh dan pintar untuk setiap orang pasti berbeda-beda. Kali ini mari kita melihat pandangan Pak Bob Sadino tentang Bodoh dan Pintar yang seseorang dari kacamata Entrepuener / wiraswasta. 

1. Terlalu Banyak Ide
Orang "pintar" biasanya banyak ide, bahkan mungkin telalu banyak ide, sehingga tidak satupun yang menjadi kenyataan. Sedangkan orang "bodoh" mungkin hanya punya satu ide dan satu itulah yang menjadi pilihan usahanya

 2. Miskin Keberanian untuk memulai
Orang "bodoh" biasanya lebih berani dibanding orang "pintar", kenapa? Karena orang "bodoh" sering tidak berpikir panjang atau banyak pertimbangan. Dia nothing to lose. Sebaliknya, orang "pintar" telalu banyak pertimbangan. 

3. Telalu Pandai Menganalisis
Sebagian besar orang "pintar" sangatpintar menganalisis. Setiap ide bisnis, dianalisis dengan sangat lengkap, mulai dari modal, untung rugi sampai break event point. Orang "bodoh" tidak pandai menganalisis, sehingga lebih cepat memulai usaha. 

4. Ingin Cepat Sukses
Orang "Pintar" merasa mampu melakukan berbagai hal dengan kepintarannya termasuk mendapatkahn hasil dengan cepat. Sebaliknya, orang "bodoh" merasa dia harus melalui jalan panjang dan berliku sebelum mendapatkan hasil. 

5. Tidak Berani Mimpi Besar
Orang "Pintar" berlogika sehingga bermimpi sesuatu yang secara logika bisa di capai. Orang "bodoh" tidak perduli dengan logika, yang penting dia bermimpi sesuatu, sangat besar, bahkan sesuatu yang tidak mungkin dicapai menurut orang lain. 

6. Bisnis Butuh Pendidikan Tinggi
Orang "Pintar" menganggap, untuk berbisnis perlu tingkat pendidikan tertentu. Orang "Bodoh" berpikir, dia pun bisa berbisnis. 

7.Berpikir Negatif Sebelum Memulai
Orang "Pintar" yang hebat dalam analisis, sangat mungkin berpikir negatif tentang sebuah bisnis, karena informasi yang berhasil dikumpulkannya sangat banyak.Sedangkan orang "bodoh" tidak sempat berpikir negatif karena harus segera berbisnis. 

8. Maunya Dikerjakan Sendiri
Orang "Pintar" berpikir "aku pasti bisa mengerjakan semuanya", sedangkan orang "bodoh" menganggap dirinya punya banyak keterbatasan, sehingga harus dibantu orang lain. 

9. Miskin Pengetahuan Pemasaran dan Penjualan
Orang "Pintar" menganggap sudah mengetahui banyak hal, tapi seringkali melupakan penjualan. Orang "bodoh" berpikir simple, "yang penting produknya terjual".

10. Tidak Fokus
Orang "Pintar" sering menganggap remeh kata Fokus. Buat dia, melakukan banyak hal lebih mengasyikkan. Sementara orang "bodoh" tidak punya kegiatan lain kecuali fokus pada bisnisnya. 

11. Tidak Peduli Konsumen
Orang "Pintar" sering terlalu pede dengan kehebatannya. Dia merasa semuanya sudah Oke berkat kepintarannya sehingga mengabaikan suara konsumen. Orang "bodoh"?. Dia tahu konsumen seringkali lebih pintar darinya. 

12. Abaikan Kualitas
Orang "bodoh" kadang-kadang saja mengabaikan kualitas karena memang tidak tahu, maka tinggal diberi tahu bahwa mengabaikan kualitas keliru. Sedangkan orang "pintar" sering mengabaikan kualitas, karena sok tahu.

13. Tidak Tuntas
Orang "Pintar" dengan mudah beralih dari satu bisnis ke bisnis yang lain karena punya banyak kemampuan dan peluang. Orang "bodoh" mau tidak mau harus menuntaskan satu bisnisnya saja. 

14. Tidak Tahu Pioritas
Orang "Pintar" sering sok tahu dengan mengerjakan dan memutuskan banyak hal dalam waktu sekaligus, sehingga prioritas terabaikan. Orang "Bodoh"? Yang paling mengancam bisnisnyalah yang akan dijadikan pioritas 

15. Kurang Kerja Keras dan Kerja Cerdas
Banyak orang "Bodoh" yang hanya mengandalkan semangat dan kerja keras plus sedikit kerja cerdas, menjadikannya sukses dalam berbisnis. Dilain sisi banyak orang "Pintar" malas untuk bekerja keras dan sok cerdas, 

16. Mencampur adukan Keuangan
Seorang "pintar" sekalipun tetap berperilaku bodoh dengan dengan mencampuradukan keuangan pribadi dan perusahaan. 

17. Mudah Menyerah
Orang "Pintar" merasa gengsi ketika gagal di satu bidang sehingga langsung beralih ke bidang lain, ketika menghadapi hambatan. Orang "Bodoh" seringkali tidak punya pilihan kecuali mengalahkan hambatan tersebut. 

18. Melupakan Tuhan
Kebanyakan orang merasa sukses itu adalah hasil jarih payah diri sendiri, tanpa campur tangan "TUHAN". Mengingat TUHAN adalah sebagai ibadah vertikal dan menolong sesama sebagai ibadah horizontal. 

19. Melupakan Keluarga
Jadikanlah keluarga sebagai motivator dan supporter pada saat baru memulai menjalankan bisnis maupun ketika bisnis semakin meguras waktu dan tenaga 

20. Berperilaku Buruk
Setelah menjadi pengusaha sukses, maka seseorang akan menganggap dirinya sebagai seorang yang mandiri. Dia tidak lagi membutuhkan orang lain, karena sudah mampu berdiri diats kakinya sendiri.


»»  Selanjutnya..