Tampilkan postingan dengan label Onion News. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Onion News. Tampilkan semua postingan

Senin, 10 September 2012

Asal Usul Kota Brebes

Ada beberapa pendapat asal muasal nama Brebes. Yang pertama mencoba menghubungkannya dengan keadaan alamiah daerah Brebes yang pada awal mulanya konon mempunyai banyak air dan sering tergenang air, bahkan ada kemungkinan masih berupa rawa-rawa. Mengingat banyak air yang merembes,

Munculah kemudian nama Brebes, yang selanjutnya mengalami "verbastering" (perubahan) menjadi Brebes. Pendapat kedua mencoba menalikannya dengan peri masuknya agama Islam pada awal mulanya ke Brebes, yang sekalipun dihalang-halangi namun ternyata masih juga merembes, yang dalam bahasa daerah disebut disebut "berbes". Oleh karenanya muncullah kemudian nama Berbes, yang selanjutnya berubah menjadi Brebes. Pendapat yang ketiga mencoba menerangkan asal muasal nama Brebes dari kata-kata "bara" dan "basah". "Bara" berarti hamparan tanah datar yang luas, sedang "basah" berarti banyak mengandung air. Kedua-duanya cocok dengan keadaan daerah Brebes, yang kecuali merupakan air. Kedua-duanya cocok dengan keadaan daerah Brebes yang kacuali merupakan dataran luas, juga mengandung banyak air, karena perkataan "bara" diucapkan "bere", sedang "basah" diucapkan "beseh", pada akhirnya lahirlah perkataan "Bere basah", yang untuk mudahnya kemudian telah berubah menjadi Brebes.

Ada pula terdapat ceritera yang berkaitan denga kata yang akhirnya menjadi kota Brebes yaitu:
Diantaranya Salem-Bantarkawung terdapat gunung bernama "Baribis" dari gunung Baribis tersebut mengalir sungai "Baribis" yang mengalir melalui dataran bagian utara bermuara di laut Jawa dan setelah bergabung dengan aliran sungai-sungai yang alin merupakan sungai besar dipantai utara Jawa. Sungai Baribis ini, pada jaman dulu dianggap sebagai sungai yang bertuah = angker (Jawa) dan konon sungai tersebut juga banyak buayanya. Orang-orang tua pada saat itu banyak yang melarang anak cucunya untuk datang, menyeberangi, mandi dan sebagainya disungai tersebut. Terlebih dalam saat berperang orang tua selalu memberikan peringatan-peringatan yang melarang melangkahi/menyeberangi sungai tersebut. Untuk meyakinkan hal ini, mka terungkaplah sebuah legenda tentang perang Arya Bangah dengan Ciyung Wanara. Akibat menyeberangi sungai Baribis tersebut, Arya Bangah mengalami kekalahan.

Dari kepercayaan akan hal tersebut maka sungai Baribis itu dijadikan peringatan = pepenget = pepeling = pepali = larangan agar jangan sampai pada saat berperang melangkahi = menyeberangi sungai tersebut.
Karena sungai Baribis menjadi larangan dari kaum tua, maka sungai Baribis dikenal sebagai larangan, atau sungai pepali atau pemali, yang berarti pepalan atau larangan.

Jadi dahulu menurut tutur beberapa orang tua di daerah Brebes selatan sungai Pemali itu semula bernama sungai Baribis yang bermata air dari gunung Baribis. Kemungkinan itu sebabnya, daerah ini disebut daerah Baribis, yaitu daerah aliran sungai Baribis dan dari kata Baribis ini menjadi Brebes.

Kalau kita perhatikan dengan seksama, nama-nama tempat si pulau Jawa ternyata merupakancermin dari keadaan alam disekitar masyarakat yang mendiami tempat-tempat itu dan cara berpikir mereka. Nama-nama itu bisa kita bedakan dalam dua golongan besar. Yang pertama, yang secara spontan telah lahir dari masyarakat di kota-kota itu sendiri, sedang yang kedua, yang dengan sengaja telah diberikan atau diperintahkan oleh suatu penguasa untuk dipakai, misalnya nama Surakarta Adiningrat, yang mula-mula telah dipergunakan oleh Sultan Pakubuwana II pada tahun 1745 untuk menyebut nama-nama tempat yang: 1. Berasal dari nama-nama tanaman, 2. Berasal dari nama-nama binatang, 3. Berasal dari nama-nama benda tambang, 4. Berasal dari nama-nama orang, 5. Mengingatkan kita pada suatu keistimewaan topografis.

Nama kota Brebes termasuk dalam katagori yang kelima. Dalam bahasa Jawa perkataan Brebes atau Mrebes berarti "tansah metu banyune" artinya "selalu keluar airnya" dan nama ini telah lahir, mengingat pada awal mula sejarahnya, keadaan lahan di kawasan kota Brebes sekarang ini memang selalu keluar airnya. Adapun kota-kota lain yang juga memiliki nama-nama semacam itu, artinya yang telah lahir berdasarkan keadaan tanahnya pada awal mula sejarahnya, bisa kita sebutkan antara lain nama-nama kota Blora di daerah Jawa Tengah dan Jember di Jawa Timur. Nama Blora telah muncul oleh keadaan tanah di kawasan kota itu pada mula sejarahnya memang masih berupa rawa-rawa, sesuai dengan arti perkataan Blora atau Balora, yang merupakan sebuah perkataan bahasa Jawa kuna yang berarti rawa, sedang nama kota Jember telah lahir, mengingat pada awal mula sejarahnya keadaan tanah di kawasan kota memang benar-benar jember atau njember, sebuah perkataan dalam bahasa Jawa berarti reged ajenes, artinya kotor dan mengandung air.

Dari sumber yang dapat diketemukan, pada tahun 1640 / 1641, nama Brebes itu sudah mulai tercantum di dalam penulisan / laporan / daftar harian yang dibuat oleh VOC. Makin kesini makin banyak uraiannya, meskipun hanya dalam hal sebagai tujuan atau persinggahan pengiriman barang-barang penting dan bahan pokok, misalnya alat-alat untuk kompeni (VOC), bahan pakaian, bahan makanan dan sebagainya.
Nama Brebes itu sendiri pernah ditulis: Barbas, Barbos atau Brebes. Dari nama dan bagaimanapun juga asal muasalnya atau apapun juga makna nama Brebes itu, kiranya bukanlah masalah bagi penduduk Brebes masa kini. Yang penting adalah mengambil hikmah dari dalamnya. Suatu kenyataan Wilayah Kabupaten brebes dianalisa dari segi lahan/tanah, curah hujan serta iklimnya, mempunyai prospek/masa depan yang cerah. Segala faktor penghambatannya Insya Allah akan dapat diatasi oleh generasi penerusnya.

Arti Logo

Keterangan : 
Makna Lambang Daerah :
A. Makna Bentuk dan Motif dalam Lambang :
1. Daun lambang daerah yang berbentuk Dasar Segi Lima
Melambangkan Dasar Falsafah Negara yaitu Pancasila, sedangkan Warna Biru menunjukan adanya Daerah Pantai dan Pegunungan. Puncak Segi Lima menunjukan puncak gunung sedangkan lengkung-lengkungnya menunjukan gelombang lautan.
2. Makna dan motif – motif didalam lambang
a. Bintang
Bintang bersudut lima berwarna kuning emas melambangkan bahwa masyarakat Brebes adalah makluk yang berKetuhanan Yang Maha Esa.
b. Kapas dan Padi
Melambangkan Sandang Pangan
c. Bentuk Bulat Telur serta Gambar Bawang Merah
Melambangkan bahwa Telur Asin serta gambar Bawang Merah merupakan hasil spesifik daerah.
d. Lima Akar
Melambangkan bahwa rakyat dan Pemerintahan Daerah adalah Pelaksana Demokrasi Pancasila.
e. Perpaduan antara Tujuh Belas Butir Padi, Delapan Buah Kapas Empat Puluh Lima Mata Rantai
Melambangkan titi mangsa Proklamasi Kemerdekaan Bangsa Indonesia 17 Agustus 1945.
f. Perpaduan Tiga Umbi Bawang Merah dan Lima Akar yang berwarna hitam, puncak bawang yang merupakan nyala api yang tak kunjung padam berjumlah lima.
Melambangkan kehidupan Demokrasi (Legislatif, Eksekutif, Yudikatif) yang harus dilaksanakan secara dinamis dalam bentuk Demokrasi Pancasila.
g. Sebuah Pita Putih bergaris tepi Hitam yang menyambungkan padi dan kapas ditengahnya bertuliskan : Mangesti Wicara Ebahing Praja dengan warna hitam yang menunjukan bahwa Rakyat Brebes bertekad untuk membangun daerahnya guna mewujudkan kesejahteraan bersama dalam rangka membagun Bangsa dan Negara Kesatuan republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.
B. Makna Warna
a. Putih : Kejujuran/kesucian 
b. Kuning Emas : Kesatuan/keagungan/kemuliaan/kebijaksanaan
c. Merah : Keberanian
d. Hijau : Kemakmuran/kerukunan
e. Hitam : Keteguhan/keabadian
f. Biru : Kedamaian/kesetiaan
C. Sesanti
Sesanti Daerah adalah Mangesthi Wicara Ebahing Praja
(1) Arti Sesanti Daerah kata demi kata adalah :
a. Mangesthi : Menuju, menginginkan, menghendaki, mengusahakan, bertekad.
b. Wicara : Bicara, cerita, riwayat, pembicaraan, rembug, musyawarah, mufakat, kebulatan tekad.
c. Ebah(ing) : Gerak, kegiatan, bekerja, membangun
d. Praja : Pemerintahan, Negara, kegiatan – kegiatan kenegaraan.
(2) Arti keseluruhan sesanti daerah adalah bahwa rakyat bersama Pemerintah Daerah Brebes bertekad (Mangesthi) untuk membangun daerahnya guna mewujudkan kesejahteraan bersama dalam rangka membangun (Ebahing) Negara (Praja) dan Bangsa.
(3) Arti Surya Sengkala Mangesthi Wicara Ebahing Praja
* Mangesthi berwatak : 8
* Wicara berwatak : 7
* Ebah (ing) berwatak : 6
* Praja berwatak : 1

Dengan demikian Magesthi Wicara Ebahing Praja mengandung makna tahun matahari/masehi :1678 tahun ini adalah berdirinya Pemerintahan Brebes dengan titi mangsa 18 Januari 1678 yang ditandai dengan dilantiknya Bupati Brebes yang pertama, yaitu Raden Arya Suralaya.

Nilai Budaya
Brebes mempunyai beragam kesenian tradisional sebagai wisata budaya yang menarik selain tarlling dan jaipong, ada juga kesenian Buroq, Tari Topeng Sinokan, Sisingaan, Kuntulan dan beberapa lainnya.
Mbah Rubi dikenal sebagai orang pertama yang menyebarkan agama Islam di Kabupaten brebes. Makamnya terletak didesa Klampok Kecamatan Wanasari, sekitar 3 km arah barat kota Brebes. Masyarakat Brebes dan Sekitarnya menganggap sebagai makam yang dikeramatkan.
Petilasan Kyai Junedi berlokasi didesa Randusanga Wetan, sekitar 9 km arah utara kota Brebes. Kyai Junedi merupakan salah seorang ulama besar yang ikut menyebarkan agama islam. Beliau mampir Brebes dalam perjalannya dari Demak menuju Cirebon.(https://www.facebook.com/pages/Brebes-Kota-ku/235521149809721)

Salam kreatif.
»»  Selanjutnya..

Selasa, 07 Agustus 2012

Sebulan Ditutup, Jalur Ciregol Dibuka Kembali

Brebes - Setelah hampir satu bulan ditutup, jalur tanjakan Ciregol di jalan nasional ruas Jakarta - Tegal - Purwokerto, tepatnya di Desa Kutamendala, Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, mulai Senin 06 Agustus 2012 dibuka kembali.

Kendaraan yang semula melewati jalur alternatif di jalan kabupaten ruas Karangsawah-Purwodadi-Linggapura, kini kembali melewati Ciregol yang telah mulus diaspal. Meski begitu, pengendara tetap harus hati-hati karena kondisi jalan bersifat darurat dan di kedua sisi jalan juga ada tebing setingi hampir tujuh meter yang rawan longsor.

"Ciregol dibuka mulai hari ini (Senin-Red) pukul 08.00 WIB," ujar Kapos Lantas Bumiayu, Aipda Srigijanto.

Meski telah dibuka kembali, ciregol masih terbatas untuk kendaraan dengan tonase dibawah 16 ton. Sementara kendaran diatas dua sumbu atau 16 ton belum diperkenankan untuk melintas. Pembatasan itu sesuai intruksi gubernur Jawa Tengah, H Bibit Waluyo saat meninjau Ciregol pada Jumat 03 Agustus 2012 lalu.

Pembatasan itu membuat belasan kendaraan berat jenis truk tertahan di dekat lokasi. Tepatnya, di depan rumah makan Mustika berjejer sampai ke dukuh Karangjati. "Kendaraan berat belum ada keputusan untuk diperbolehkan untuk lewat, sehingga masih tertahan," kata Srigijanto.

Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Tegal-Slawi-Prupuk-Ajibarang PT Bina Marga Wilayah Tegal, Agus Setiyono mengatakan, jalan Ciregol meski telah dibuka kondisinya darurat. Pengaspalan jalan dilakukan hanya satu lapis dan jika dilewati kendaraan berat akan cepat rusak, bahkan dikawatirkan akan ambles lagi seperti sebelumnya.

"Perbaikan di Ciregol bersifat darurat sehingga akan cepat rusak jika dilintasi kendaraan berat," katanya saat dihubungi melalui telepon selulernya.

Dikatakan, selanjutnya untuk pekerjaan pekerjaan perbaikan darurat Ciregol sementara berhenti dan akan dilanjutkan setelah Lebaran nanti. Nantinya pekerjaan akan melanjutkan melandaikan tebing dan pekerjaan pamasangan beton pemecah arus air yang akan dipasang di sungai Pedes. "Sementara pekerjaan berhenti dan dilanjutkan setelah Lebaran," kata Agus.

Salam kreatif.


»»  Selanjutnya..

Jumat, 27 Juli 2012

Dwi Priyo Utomo, Jadi Pelatih Baru Persab Brebes



Brebes - Teka-teki siapa sosok pengganti pelatih Persab Brebes, Jawa Tengah, Iriyando, terjawab sudah. Dia adalah Dwi Priyo Utomo, mantan pemain PSSI Primavera. Sementara Iriyando ditunjuk Laskar Jaka Poleng sebagai Manager Persab Brebes. Itu diketahui dari hasil rapat bersama antara pengurus Persab dan lembaga terkait yang pelaksanaanya di aula KONI Brebes, baru-baru ini.

Berdasarkan data yang ada, Dwi, panggilan akrab Dwi Priyo Utomo, sebelum berlabuh di Persab Brebes, memegang di Ageng Putra (Internal Kediri) runner up kompetisi, membawa SSB Siswatama Kediri runner up piala Tuga Muda Semarang tahun 2012.

Dwi sendiri mengawali karir kepelatihannya pada 2011 menjadi asisten pelatih Persip Pekalongan membawa lolos ke divisi utama. Pria asal Demak saat ini mengantongi sertifikat Lisensi C Nasional.

Sebelum melatih, Dwi kenyang menjadi pemain, diantaranya, tahun 1991-1992 juara nasional Haornas, 1993-1994 Pemain PSSI Primavera Bareti Italia,1995-1997 di PS Semen Padang, 1997 Arseto Solo, 1998-2003 kembali ke Semen Padang, 2004-2008 membawa Persik Kediri juara Liga Indonesia, 2009 masuk Gresik United, 2010 berlabuh ke Persibat Batang.

Ketua Umum Persab Brebes Heri Fitriansyah, mengatakan dirinya menaruh harapan besar kepada pelatih baru tersebut. "Intinya adalah dapat membawa peningkatan kualitas dan prestasi Persab di masa mendatang," ujar Heri, Kamis 26 Juli 2012.

Menurutnya, pelatih baru Persab Brebes itu akan dikontrak dari awal September 2012 hingga awal Maret 2013 mendatang. Terkait dengan kesiapan apa yang saat ini akan dilakukan Persab ,kata Heri, Persab akan melakukan seleksi pemain untuk dibawah U-19 atau kelahiran 1 Januari 1994, yakni mulai dari 25 Agustus hingga 25 September 2012 mendatang.

Seleksi pemain-pemain muda tersebut dilakukan untuk guna persiapan Persab dalam menghadapi kompetisi divisi III PSSI Nasional, Porprov dan Piala Suratin pada 2013 mendatang.

"Jadi untuk tahun 2012 ini, Persab sementara tidak bisa mengkuti berbagai ajang kompetisi sepakbola. Karena mengingat untuk efesiensi anggaran dan persiapan seleksi pemain," terangnya.

Dalam seleksi pemain-pemain muda U-19 tersebut, lanjut Heri, Persab hanya akan menyaring pemain yang berkualitas sebanyak 25 orang. "Yang diuatamakan akan lolos seleksi adalah yang memiliki ketinggian badan minimal 170 cm. Tapi, kalaupun nantinya ada yang ketinggiannya kurangy dari 170 cm, tapi memiliki skill maupun kemampuan khusus dalam memainkan bola, maka akan bisa ditarik untuk menjadi tim Persab," terangnya.

Heri menambahkan, untuk proses seleksi pemain dibagi di tiga zona, yakni untuk zona selatan yang meluputi enam kecematan, yakni Salem, Bantarkawung, Paguyangan, Bumiayu, Tonjong dan Sirampog. Zona barat di kecamatan Ketanggungan, Kersana, Tanjung, Losari dan Banjarharjo. Untuk Zona Utara dan timur di Kecamatan Bulakamba, Wanasari, Brebes, Larangan dan Songgom.

Namaun demikian, untuk pemusatan pelatihan setelah dilakukan seleksi akan dilakukan dilapapangan Kemurang Wetan, Kecamatan Tanjung. "Kenapa dipilih di tempat itu, karena selain kondisi lapangannya yang layak pakai juga mudah dijangkau oleh sarana transportasi," tandasnya.(Panturanews.com)

»»  Selanjutnya..

Minggu, 22 Juli 2012

Pengerjaan Dua Jembatan di Jalur Pantura dikebut

Brebes - Arus mudik lebaran di jalur pantura (pantai utara) wilayah kabupaten Brebes, Jawa Tengah, terancam akan terhambat. Hal ini lantaran jembatan Sungai Pemali dan Kabuyutan di kecamatan Tanjung, masih dalam perbaikan oleh petugas Bina Marga.

Hingga Kamis 19 Juli 2012, petugas masih terus memperbaiki jembatan Sungai Pemali yang sudah mengalami ambles beberapa kali. sejumlah bagian dilas dan dilapisi baja serta batu, antrean kendaraan pun mulai terjadi.

Dikhawatirkan, kondisi seperti ini akan mengganggu arus mudik lebaran, sebab sejak lama perbaikan ini dikeluhkan sejumlah pihak. Aktifis lembaga swadaya masyarakat Brebes, bahkan berunjuk rasa menuntut perbaikan jembatan ini segera dituntaskan.

Pengawas lapangan Bina Marga wilayah Tegal, Pemalang dan Brebes, Harnoto, berjanji akan mempercepat proses pembangunan. Diharapkan pada H -7 kedua jembatan itu sudah mulai bisa beroperasi normal. "pengerjaan kedua jembatan ini juga tengah dikejar siang-malam". terangnya.

Sebelumnya diberitakan, Menteri Perhubungan, Evert Erenst Mangindaan melakukan inspeksi mendadak (sidak) di jembatan Sungai Kabuyutan Tanjung, kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Kamis 12 Juli 2012, terkait persiapan menghadapi arus mudik dan balik lebaran. Sidak dilakukan karena jembatan yang sedang dilakukan perbaikan itu, kini masih dalam jauh dari harapan dibanding pekerjaan perbaikan jembatan lain dijalur yang sama.

"Saya khawatir terhadap kondisi jembatan Sungai Kabuyutan dibanding pekerjaan lainnya dijalur utama pentura, sebab pekerjaan perbaikan itu masih jauh dari harapan dibanding pekerjaan perbaikan jembatan dijalur yang sama". ujar Menhub didampingi Dirjen Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum, Djoko Murjanto, saat meninjau perbaikan jembatan Kabuyutan.(panturanews.com)

Salam kreatif.


»»  Selanjutnya..

Rabu, 18 Juli 2012

Bayi Kembar Empat Lahir Normal di Brebes

Brebes - Seorang ibu warga Dukuh Wringin, Kecamatan Wanasari, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, melahirkan empat bayi kembar secara normal di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bhakti Asih Brebes, bahkan kondisi ibu serta keempat anaknya selamat dan sehat.

Menurut bidan pelaksana ruang kebidanan dan perinatologi RSUD Bhakti Asih Brebes, Juni Lusi Jayanti, keempat bayi perempuan yang dilahirkan Karsewi (32) masing-masing mempunyai berat badan 1.100 gram dengan panjang 34 cm, 1050 gram panjang 33 cm, 1.150 panjang 1.000 panjang 36 cm.


Lusi mengatakan, berat badan ibu bayi saat mengandung tidak sempat ditimbang, karena Kamis pukul 14.34 WIB, Karsewi masuk ruang bersalin sudah pada bukaan penuh, dan proses kelahiran yang dibantu oleh dr Arie Indrianto juga tidak mengalami kendala sehingga keempat bayi lahir secara normal tanpa operasi saesar ataupun mendapat jahitan.

"Bayi pertama lahir pada pukul 15.45, bayi kedua 16.15, bayi ketiga 16.20, sedangkan bayi keempat 16.25, semuanya lahir dalam kondisi sehat," katanya.

"Hingga saat ini ibu bayi dan keempat putri kembarnya dalam kondisi stabil, hanya tekanan darah ibu bayi kurang normal sehingga perlu tranfusi dan istirahat yang cukup agar kondisinya cepat pulih kembali," katanya. 

Sementara itu, kedua orangtua empat bayi kembar mengaku senang atas kelahiran putri-putri mereka dengan selamat.

"Kami tidak menyangka jika istri saya akan melahirkan bayi kembar empat, karena selama hamil dia tidak memeriksakan kandungannya ke bidan. Selain itu dia juga tidak pernah mengeluh ada kelainan atau sakit pada kandungannya, terkadang hanya mengeluh pegel atau pusing seperti ibu hamil pada umumnya," kata Sudirso, ayah bayi kembar.

Ia mengatakan, selama mengandung anak keempat tersebut, Darsem tetap melakukan aktifitasnya sehari-hari yakni berjualan rujak.

Bahkan hingga satu hari sebelum melahirkan, Darsem masih tetap sibuk pergi ke pasar mengendarai sepeda motor kemudian memasak dan berjualan rujak di rumah.

Kedua orangtua bayi kembar tersebut akan merawat keempat putri mereka sendiri, meskipun ada orang yang ingin mengambil untuk merawat salah satu atau dua dari keempat putri kembarnya, mereka mengaku masih keberatan. 

"Anak pertama kami kembar dua semuanya laki-laki, kemudian anak kedua dan ketiga juga laki-laki, sehingga kami menginginkan anak perempuan," katanya. 

Sementara itu, untuk semua biaya persalinan menggunakan kartu Jamkesmas, karena keluarga ini masuk daftar keluarga miskin, ayah bayi kembar yang bekerja sebagai buruh tani tidak mampu untuk menanggung biaya persalinan.(ANTARA News)


»»  Selanjutnya..

H -10 Jalur Ciregol Siap Dilalui Pemudik

Brebes - Asisten Bidang Ekonomi Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sri Puryono KS, Selasa 17 Juli 2012, melihat langsung kondisi jalan nasional ruas Jakarta-Tegal-Purwokerto yang ambles dan kini sedang dilakukan perbaikan.

Kunjungan ke jalan yang ada di jalur tanjakan Ciregol, Desa Kutamendala, Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah itu dimaksudkan untutk melihat kesiapan arus mudik dan balik lebaran tahun ini.

"Saya datang untuk mengecek langsung, saya ditugasi gubernur untuk datang langsung dan mengambil langkah-langkah supaya nanti pada H -10 lebaran, jalan sudah bisa dipakai", katanya saat tiba di lokasi Ciregol.

Masalah lahan milik PT Perhutani yang ada disisi jalan dan ada tanaman pohon jati, tidak menjadi kendala dalam penanganan pekerjaan perbaikan Ciregol. Ada sekitar 38 pohon jadi yang akan ditebang dan lahannya akan dibuat terasering untuk kemanan jalan dan pengguna jalan.

"Ini kepentingan nasional, maka teman-teman dari Perhutani juga telah mengambil sikap yang benar, dengan melakukan penebangan pohon sesuai yang dibutuhkan", Jelas Puryono.

Masalah Ciregol merupakan masalah tahunan, dan pemerintah akan menentukan langkah-langkah untuk menyelesaikannya. Terlebih sebentar lagi akan menghadapi arus mudik lebaran, sehingga harus cepat selesai. "Ciregol ini masalah tahunan, kalau pemerintah tidak menyelesaikannya nanti dianggap pemerintah tidak peduli', tambah Puryono.

Kesiapan Ciregol untuk dilewati arus mudik juga disampaikan oleh pihak PT SemangatMuda selaku rekanan pelaksana pekerjaan. Saat ini telah dilakukan pemotongan jalan dan sedang dilakukan pelapisan agregat dan akan dilanjutkan dengan pelapisan aspal satu lapis.

"Pekerjaan terus dilakukan sampai nanti dilakukan pelapisan aspal untuk bisa dilewati pada H -10 lebaran." kata Ir. Budi Warman, pelaksana pekerjaan dilapangan.

Tebing yang ada disisi jalan segera akan dimiringkan setelah dilakukan penebangan pohon jati oleh Perhutani,    Tebing akan dibuat terasering sehingga aman bagi badan jalan dan pengguna jalan. "Penyelesaian jalan tetap akan diutamakan dan tebing akan kita buat miring". Tandas Budi.

Kunjungan Asisten Bidang Ekonomi Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sri Puryono KS bersama rombongan dari Dirlantas Polda Jawa Tengah dan juga dari Dinas Perhubungan dan Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Tengah Serta Lainnya.(Panturanews.com)

Baca juga :
Pencanangan Kabupaten Brebes Sebagai Kabupaten Vokasi


»»  Selanjutnya..

Pencanangan Kabupaten Brebes Sebagai Kabupaten Vokasi

Dalam rangka pencanangan kabupaten Brebes sebagai kabupaten vokasi tahun 2012,selasa pagi (17/7) di alun-alun Brebes diselenggarakan gelar produk,inovasi siswa dan job fair. Selain itu juga ditempat yang sama diresmikan videotron yang secara resmi ditandai dengan penanda tanganan prasasti oleh Bupati Brebes H Agung Widyantoro,SH MSi. Acara yang dihadiri juga oleh Forkominda serta dibanjiri oleh ribuan masyarakat Brebes dan sekitarnya diawali dengan penampilan seni dan budaya dari siswa siswi sekolah yang ada di kabupaten Brebes serta penampilan barongsai yang ikut mewarnai jalannya pencanangan kabupaten Brebes sebagai kabupaten vokasi dan sekaligus peresmian videotron di alun-alun Brebes.


Pada malam harinya di alun-alun Brebes diselenggarakan tabliqh akbar dengan tema BREBES BERSHOLAWAT yang menghadirkan KH Karfabi Ma’rus (pengasuh pondok pesantren lirboyo), KH Fariz fuad hasyim (pengasuh pondok pesantren buntet cirebon), DR.KH Nadjib (pengasuh pondok pesantren Al Hikmah 2 Benda sirampog Brebes).

Tabligh akbar dihadiri oleh kaum muslimin dan muslimat yang ada di Brebes dan sekitarnya.

Sementara itu DR H Sri Lahir MPd ketua panitia penyelenggara pencanangan kabupaten Brebes sebagai kabupaten vokasi tahun 2012 di sela-sela acara mengatakan bahwa melalui kegiatan program kabupaten vokasi ini kabupaten Brebes diharapkan mampu untuk memberikan pendidikan yang membekali para peserta didik maupun warganya sebuah keahlian keterampilan khusus sehingga nanti out put nya mampu menghasilkan tenaga kerja yang terampil dan cerdas siap masuk ke dunia kerja kemudian melalui kegiatan tersebut angka pengangguran yang ada di kabupaten Brebes ini diharapkan dapat tertekan atau dapat dikurangi melalui program pencanangan kabupaten Brebes sebagai kabupaten vokasi.(Brebeskab.go.id)



»»  Selanjutnya..